Tuesday, August 20, 2013

"Chemtrails" di Langit Indonesia

Akhir-akhir ini dilangit beberapa daerah/kota di Indonesia selalu dihiasi awan asap putih panjang dan jejak pesawat terbang tersebut ada yang bernama Contrail (Condensation Trail / Jejak Kondensasi) ada juga yang bernama Chemtrail (Chemical Trail / Jejak Kimiawi). Namun khusus mengenai Chemtrails di media kita (TV, Koran, Majalah, Webs) tidak ada yang mempublish seperti halnya dulu waktu Corp Circles.


Bedanya Contrail dan Chemtrail

Contrail (
Condensation Trail / Jejak Kondensasi) adalah efek alami dari kondensasi udara dingin yang secara tiba-tiba menjadi hangat akibat pembakaran mesin lalu mengandung air dan terbentuklah awan. Singkatnya adalah jejak kondensasi atau jejak uap terkondensasi yang muncul dari sisa pembakaran mesin pesawat.

Jejak Kondensasi dapat terlihat dalam waktu beberapa detik atau menit bahkan berjam-jam tergantung pada kondisi atmosfer. Efek dari kondensasi udara ini mengandung uap air dan tidak berbahaya. lalu bagaimana dengan Chemtrail ?

Chemtrail (Chemical Trail / Jejak Kimiawi) adalah bahan kimia atau biologis yang sengaja disebar pada ketinggian tertentu dengan tujuan "masih misterius". Awan yang terbentuk dari Chemtrail ini bisa disebut Chemcloud. [1]

Terlihat pesawat pembawa Chemtrails dengan awan yang berbentuk Chemclouds
Seorang penganut teori konspirasi, Jeff Rense dan Menurut sebagian orang yang punya pemikiran sama dengan Jeff, jejak itu adalah bahan kimia yang sengaja disemprot oleh pemerintah Amerika untuk mengendalikan populasi. Dengan kata lain adalah untuk mengurangi jumlah manusia dengan diam-diam. [2]
“Kontrol Populasi”, itulah sepertinya yang hendak dituju. Langkah ini merupakan bagian dari operasi intelijen depopulasi yang dijalankan oleh kelompok NWO dengan mengadopsi skenario kaum Pagan.Teori lainnya menyebutkan bahwa jejak itu adalah sebuah eksperimen pengendalian cuaca. Namun yang paling luar biasa adalah teori yang mengatakan bahwa jejak itu adalah proyek pemerintah yang menyemprot langit dengan material konduktif elektrik sebagai bagian dari program senjata super elektromagnetik yang juga berkaitan dengan HAARP. Nah lhoo....
George H.W. Bush, ketika menjadi Presiden AS dalam banyak kesempatan sering melontarkan gagasan NWO dan sebagai pengembang kaum pagan modern. Bersama dengan Zionis-Yahudi, Amerika Serikat akan meneruskan paganisme dunia purba, terbukti telah menetapkan program depopulasi Project Cloverleaf yang sudah digelar secara intens pada bulan Desember 2012.


Efek dari zat kimia dan biologis yang “disiram” di langit berupa chemtrail tersebut berdampak kepada makhluk hidup agar menjadi sakit hingga berefek mematikan.

Akibatnya dunia akan menjadi chaos dan terjadi kerusuhan dimana-mana. Dengan begitu mereka (penganut NWO) akan dapat mengontrol populasi dunia dan akan lebih leluasa untuk berkuasa.

Buat emeses'er yang masih awam tentang informasi jejak pesawat, berikut beberapa perbedaan Contrail dan Chemtrail secara umum.
  1. Contrail lebih sempit dan cepat menghilang dari langit, biasanya menghilang dalam waktu kurang lebih 20 menit, sedangkan Chemtrail pada mulanya terlihat seperti Contrail, namun beberapa saat kemudian jejak asap itu akan melebar dan tetap terlihat memanjang di langit hingga beberapa jam (perlu waktu tiga jam atau lebih untuk menghilang).
  2. Chemtrail cenderung kelihatan datar.
  3. Tampilan lain yang berbeda dari contrail biasa, tampilan chemtrail seperti tirai vertikal menurun.
  4. Penyemprotan Chemtrail sering dilakukan dengan cara tic-tac-toe, "X" dan pola garis.
  5. Penyemprotann ketinggian biasanya dilakukan dengan menggunakan jenis pesawat KC-10A, KC-135 (707) dan C-130, sedangkan penyemprotan jarak yang rendah menggunakan pesawat turboprop. Pesawat jenis KC-10A bermesin tiga biasanya mengeluarkan contrail tiga jalur secara paralel dari baling-balingnya. KC-135 pesawatnya lebih kecil, bermesin empat, akan mengeluarkan empat garis contrail secara pararel. Bila dipergunakan sewaktu misi chemtrail, pesawat ini hanya menukik satu kali, memanjang, sambil mengeluarkan chemtrail secara bergelombang sambil secara terus-menerus menampilkan contrail yang tidak normal.
  6. Dua jenis penyemprotan dilakukan pada ketinggian, artinya 20.000 kaki dari permukaan tanah dan penyemprotan jarak rendah yang masing-masing nampaknya mempunyai tujuan berbeda.
  7. Penyemprotan jarak rendah mengandung jamur dan fungi dan mengakibatkan berbagai jenis gejala penyakit seperti; 
  8. - sakit kepala yang lebih parah daripada migren,
    - dada rasa terbakar,
    - heart conditions
    - heart arrest
    - on the rare occasion
    - flu-like symptoms
    - extreme fatigue
    - diarrhea
    - pain and swelling of muscles and joints
    - dizziness
    - nausea
    - stiff neck
    - nagging sore throat
    - general malaise

  9. Gejala penyakit akan bertahan sampai tiga bulan dan bahkan lebih.
  10. Gejala penyakit tidak dapat diobati oleh obat anti biotik yang dikenal.
  11. Misi penyemprotan Chemtrail cenderung ditunda bila kecepatan angin di permukaan tanah mencapai 20 mil atau lebih perjamnya.
  12. Cenderung membunuh orang yang sudah tua, balita dan mereka yang daya tahan tubuhnya lemah.
  13. Setelah menyemprotkan bahan yang mengandung gelatin yang dapat dilihat waktu penerbangan rendah oleh pesawat bermesin multi. Bahan seperti jaring laba-laba yang disemprotkan dari ketinggian telah dianalisa di laboratorium universitas yang mempunyai ijin pemerintah dan beberapa bakteri dapat diidentifikasi.
  14. Negara-negara yang dilaporkan melakukan penyemprotan termasuk Australia, Kanada, Inggris, Perancis, Jerman, Belanda, Irlandia, Itali, Mexico, Selandia Baru, Scotlandia, Spanyol dan Amerika Serikat. CATATAN: Daftar penyemprotan ini tidak termasuk China, Rusia atau Timur Tengah. Dilaporkan bahwa Amerika melakukan penyemprotan hampir di semua negara bagian dan di hampir semua kota-kota penting, termasuk daerah disekitarnya. [3]


Efek Jangka Pendek dari Chemtrails:
  • Allergies
  • Anxiety (kegelisahan)
  • Asthma
  • Brain Fog
  • Breathing difficulties (Unexplained)
  • Chronic sore or raspy throat
  • Dizziness
  • Ear aches
  • Eye and skin irritations
  • Flatulence (gas)
  • Flu-like symptoms
  • Headaches
  • Heat flashes
  • Itching (Unexplained)
  • Metallic taste in mouth
  • Nausea and Vomiting
  • Nose bleeds (Unexplained)
  • Panic attacks
  • Persistent coughing
  • Rashes (Unexplained)
  • Respiratory problems
  • Short term memory loss
  • Stomach aches
  • Suicidal thoughts
  • Tinnitus (short term ringing In the ears after spraying)
  • And many other symptoms
Long Term Effects of Chemtrails:
  • Acid Reflux
  • (ADHD) Attention Deficit Hyperactivity Disorder
  • Allergies
  • Alzheimer's Disease
  • Aluminum build up in Pineal Gland
  • Asthma
  • Autism (evidence links autism to mercury)
  • Autoimmune Diseases
  • Blood in the Urine
  • Borderline personality disorder
  • Cancer (linked to many types of cancers)
  • Chronic Fatigue
  • Constipation
  • Depression
  • Easy Bruising
  • Eye problems - * Nearsightedness & Farsightedness (by altering interocular fluid eye
  • pressure)
  • Fibromyalgia
  • Floaters In the Eyes
  • Gastritis
  • Heart Arrhythmia (irregular heartbeat)
  • Heart Disease
  • High Cholesterol
  • Hypoglycemia
  • Hyperglycemia
  • Irritable Bowel Syndrome (IBS)
  • Insomnia
  • Learning Disabilities
  • Lung diseases
  • Lupus Erythematosus
  • Multiple Sclerosis
  • Oily Skin (Elevated DHT)
  • Parkinson's Disease
  • Rheumatoid Arthritis
  • Schizophrenia
  • Short-Term Memory Loss
  • Sleep Disorders
  • Spider Veins
  • Tinnitus (ringing in the ears – 700 million cases of Tinnitus reported worldwide)
  • White Coating On the Tongue 
Zat Kandungan Chemtrail
  • Aluminium (diketahui menyebabkan tinnitus)
  • Arsenic
  • Barium Salts
  • Cadium
  • Desiccated human blood cells
  • Ethylene dibromide
  • Lead
  • Magnesium
  • Mercury (air raksa)
  • Mold spores
  • Mycoplasma
  • Microchip
  • Polymer Fibers
  • Radio cesium
  • Sharp titanium shards
  • Stonthium
  • Submicron particles
  • Unidentified living bacteria
  • Uranium
  • And many other toxins [4]
Semua material yang terdapat pada daftar tersebut tidak hanya membuat gangguan kesehatan pada manusia, tapi pada tanaman dan hewan/binatang pun terganggu kesehatannya. Ditenggarai banyak hewan/binatang yang mati atau tanaman yang rusak akibatnya.Semua serangga termasuk hewan berubah perilakunya dan tumbuhan/tanaman pun ikut berdampak kesuburannya. misal serangga-serangga penyerbuk alami terhadap bunga dan tanaman: tawon, kupu-kupu, ngengat dan kumbang.

Tawon yang sudah terkena zat kimia ini akan berperilaku menjadi bingung (disorientation) dan tidak dapat menyerbuk bunga dan tanaman lainnya, yang akhirnya semua tawon dan hewan penyerbuk tumbuhan menjadi mati. Namun akibat tawon dan kumbang musnah, maka tidak akan ada lagi buah-buahan, dan membuat semua hewan dan manusia juga ikut musnah.

Pengaruh dari bahan Chemtrail lainnya : 

Saat material dari Chemtrail turun ke tanah, materialnya akan meresap ke dalam tanah dan juga meracuni air. Tanah akan berkurang kesuburannya dan air akan menjadi lebih berbahaya untuk dikonsumsi.



Pada tahun 2011, di Amerika, kandungan aluminium dan barium di tanah dan air di konfirmasi meningkat tajam hingga mencapai level yang tidak layak untuk dipergunakan.
Beberapa orang yang mengalami gangguan ketika di tes darah atau paru-parunya menunjukkan adanya peningkatan kandungan material yang tersebut di atas.

Banyak yang sudah merasakan sendiri gangguan kesehatan dari chemtrail ini. Mereka berkumpul untuk mencoba menghentikan chemtrail tersebut. Namun sayang usaha mereka masih gagal. -Untuk yang sudah mengalami gangguan dan ingin mencoba alat untuk mengurangi efek dari chemtrail, persilahkan untuk mencoba membuat sendiri cemenite, orgonite atau cloud buster caranya ada dipostingan ini.-> alat untuk mengurangi chemtrail




Teror maut mengancam warga dunia dan warga Jakarta, sejak awal 2009 hingga saat ini, disinyalir sejumlah pesawat asing kerap menyebarkan ethylene bromide dan debu micro fiber demi operasi intelijen “Project Cloverleaf” untuk mengontrol populasi dunia atau “depopulation controlling”

Jejak Chemtrail di Langit Jakarta
Jejak Kimiawi (chemical trails/chemtrails) yang disemprotkan pesawat asing itu berisi aerosol bermuatan virus maut. Chemtrails disemprotkan di atas langit Jakarta untuk “mempersiapkan” warga Jakarta dan sekitarnya “menerima” virus flu burung (H5N1) yang telah dimodifikasi.

Sinyaleman adanya penyemprotan Chemtrails (jejak-jejak kimia) juga ada di langit Jakarta sejak tahun 2009 dan melalui pesawat tangker jet milik USAF mengarah pada sejumlah bukti awal.

Beberapa hari setelah penyemprotan chemtrail terakhir (Agustus sampai September 2010), jumlah pasien dengan keluhan infeksi pernafasan di Jakarta melonjak naik hingga 400 persen.

Pada Maret 2009, operasi intelijen di langit Jakarta dengan menggunakan sebaran chemtrails juga pernah terjadi.
Saat itu, chemtrails disemprotkan di atas langit Jakarta juga melalui pesawat USAF adalah untuk “mempersiapkan” warga Jakarta dan sekitarnya “menerima” virus flu burung (H5N1) yang telah dimodifikasi.

Namun karena aliran angin pada saat itu adalah angin timur yang menuju ke arah barat laut, angin diatas Jakarta tersapu hingga ke arah Singapura. Kemudian tak berapa lama ditemukan kasus dan korban (victim) dari kasus flu burung (H5N1) di Singapura.
Penyemprotan Chemtrails melalui pesawat, selama ini dianggap sebagai upaya menurunkan daya tahan tubuh manusia, atau bahkan menyebarkan penyakit-penyakit berbahaya. Chemtrails bisa ditumpangi virus-virus atau zat-zat berbahaya. Misalnya, bromium yang dicampur dengan virus influenza.
Demikian pengamatan, mantan anggota angkatan udara Amerika AU AS (USAF) dan juga aktifis anti-chemtrail yang sangat prihatin atas fonomena chemtrail Jerry D Gray, menyikapi kurang awasnya pemerintah dan masyarakat Indonesia melihat penggunaan senjata biologi yang mengancam kedaulatan Indonesia.
“Pihak asing yang ingin ‘menguasai’ negara ini tidak perlu melakukan perang yang mahal. Tetapi, cukup dengan melemahkan kesehatan penduduknya melalui zat-zat kimia”, terang Jerry.

Penyebaran zat-zat kimia berbahaya sudah tentu berpotensi jangka panjang untuk melumpuhkan SDM Indonesia.
Operasi depopulasi ini, juga diarahkan agar terjadi ketergantungan penduduk dengan obat-obatan kimia dari luar.

Dengan demikian secara ekonomi, industri farmasi luar akan bisa eksis dan semakin berkembang. Kecurigaan terhadap hal ini sempat diungkapkan mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari. .

Tidak itu saja, melalui kehidupan sosial, generasi muda bangsa juga mendapat ancaman besar pelemahan “senjata biologi” non negara. Mereka diserang dengan zat-zat adiktif berbahaya, narkoba. Transaksi yang terjadi di Indonesia sungguh fantastis, 800 miliar perhari atau 292 triliun. 
Ironisnya, regulasi kebijakan terkait sektor kesehatan juga terindikasi ada intervensi asing, adanya liberalisasi.
UU kesehatan yang baru, nomor 36 tahun 2009 banyak memunculkan permasalahan antara pasien dan rumah sakit. Apalagi persoalannya, kalau bukan karena biaya mahal, salah satunya terkait dengan harga obat-obatan dari luar. 

Sejalan dengan itu, Menteri Kesehatan, Endang Rahayu Sedyaningsih, justru mendorong adanya liberalisasi farmasi di Indonesia.

Hingga detik ini, semakin banyak aktivis diseluruh penjuru dunia yang menentang aksi penyebaran zat kimia melalui pesawat tersebut.


Bahkan penolakan dan aksi petisi untuk pemberhentian chemtrail hingga kini juga masuk sampai ke badan dan agen-agen pemerintah serta para pensiunan FBI (lihat video).


Dengan begitu, semakin banyak pula para ilmuwan yang menyelidiki zat-zat beracun dan  berbahaya yang terkandung di dalam chemtrail ini. Semua bahannya sangat berbahaya bagi makhluk hidup termasuk manusia.





Foto-foto Chemtrails di Langit Indonesia

Lokasi dekat Kali Pemali, Brebes (Jateng) Jam 17:15WIB 
Hari Senin, 19 Agustus 2013 (Foto : Sayyaf Mushab)

Lokasi Sawah daerah Situbondo (Jatim), tanggal 16 Juni 2011
Foto : Eka Sasdian Prasetya

Lokasi Kediri (Jawa Timur) tanggal 30 July 2013 jam 13:32 WIB)
Foto : Shandyta Wildan

masih foto dari Shandyta Wildan (16 menit kemudian)

Lokasi Cirebon (Jawa Barat) tanggal 11 Agustus 2013 jam 05:57 WIB
Foto : Farhan Ardyansyah

Lokasi Cirebon Utara (Jawa Barat) tanggal 17 Agustus 2013 jam 06:20 WIB
Foto : Irvan Ardhi Permana

Lokasi Kediri (Jawa Timur) tanggal 18 Agustus 2013 jam 5:26 & 5:27 PM)
Foto : Shandyta Wildan

Lokasi Bekasi Barat tanggal 19 Agustus 2013 jam 6:10 EIB
Foto : Yuni Khumaira Azzahra

Referensi :
Foto-foto diambil dari teman-teman yang ngshare melalui group MSS
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Blogger Tips and TricksLatest Tips And TricksBlogger Tricks