Monday, September 3, 2012

Yakjuj Makjuj [5] : Ramalan Keluarnya Yakjuj Makjuj Pada Akhir Zaman

Keluarnya Yakjuj dan Makjuj Pada Akhir Zaman

Hingga apabila dibukakan (tembok) Yakjuj dan Makjuj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan (apabila) janji yang benar (hari berbangkit) telah dekat, tiba-tiba mata orang kafir terbelalak, (mereka berkata), "Alangkah celakanya kami! Kami benar-benar lengah tentang ini, bahkan kami benar-benar orang zalim". (Q.S. Al-Anbiyaa: 96-97)

Pada ayat diatas, Syekh Abdul Rahman as-Sa'di mengutip suatu artikel pada majalah Al-Manar edisi XI halaman 284 yang menyebutkan:


Demikianlah, siapa yang teringat serbuan besar-besaran bangsa Mongol Tartar atas negeri-negeri kaum Muslimin dan Nasrani. Mereka merupakan keturunan Yakjuj dan Makjuj pada abad ke-7 H. Mereka membawa kutukan mereka dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka membunuh banyak orang, melakukan perampasan dan pencurian. Mungkin, peristiwa itu akan terjadi lagi menjelang datangnya hari kiamat, sesuai firman Allah dalam Al-Qur'an.

Sejarah telah membuktikan ketika bangsa Mongol keluar menembus rangkaian dinding penghalang tersebut mereka tidak pilih-pilih dalam membunuh. Mereka membanta dan membunuh siapa saja baik orang beriman maupun kafir. Bangsa Mongol termasuk salah satu keturunan bangsa Scythia. Pada tahun 1210-1215 Masehi Mongol menyerbu Cina. Pada tahun 1215 mereka menghancurkan kota Peking (Beijing), semua penduduknya dibantai. tulang belulang mereka dionggok dibelakang tembok kota. Selama setahun, kota Peking masih meninggalkan lemak darah.

Kemudian setelah itu, pada tahun 1218-1224 M, Mongol menyerbu Kerajaan Islam Khawarizm Syah Muhammad di Asia Tengah, Transoxiana, dan Persia Timur. Setelah membuat kerusakan hebat di Khawarizm, mesin perang Mongol mengarahkan pasukan berkudanya menuju Eropa. Hingga pada tahun 1235-1245 M berturut-turut kota-kota di Eropa mereka taklukkan seperti Kipzak di Rusia, Polandia, Hungaria, dan sebagainya.

Tahun 1258 M, Dinasti Abbasiah di Baghdad dilumat habis, semua kitab-kitab di perpustakaan Baghdad dilemparkan ke sungai Tigris hingga air sungai menjadi hitam akibat lunturan tinta. Mongol tidak berhenti disitu saja. Pada tahun 1289 M, Dinasti Yuan Mongol mengirim dua ekspedisi untuk menyerang kerajaan Singasari di pulau Jawa (Nusantara/Indonesia). Namun serangan mereka gagal dan mereka kalah.

Semua ini adalah bukti bahwa apabila bangsa Yakjuj dan Makjuj menyerang, mereka tidak memilih-milih dalam membunuh. Orang beriman maupun yang tidak beriman akan dibunuhnya. Keluarnya Yakjuj dan Makjuj Mongol Tartar pada abad 12 dan 13 Masehi ini telah diramalkan oleh Rasulullah S.A.W. dalam hadisnya ketika beliau terbangun dari mimpinya sebagai berikut :"Laa ilaha illallah (tiada tuhan kecuali Allah), celakalah orang Arab karena kejahatan telah dekat. Hari ini penutup Yakjuj dan Makjuj telah dibuka seperti ini", lalu beliau melingkarkan kedua jarinya.
Dalam riwayat lain: Dan, beliau melingkarkan (jarinya sehingga membentuk angka) 70 dan 90. Zaenab berkata, "Aku berkata, wahai Rasulullah: Apakah kita akan binasa sedangkan orang saleh bersama kita? "Beliau menjawab, "Ya , apabila kejahatan semakin banyak!"

Berita dari Rasulullah S.A.W. ini ditepati dengan keluarnya pasukan berkuda Mongol dipimpin oleh Genghis Khan dan anak cucunya yaitu Hulaghu Khan serta Kubilai Khan.

Apakah Sejarah Akan Terulang ?

Sejarah akan terulang. Proses keluarnya Yakjuj dan Makjuj mungkin saja sama dengan sebelumnya, yaitu dengan keluarnya bangsa Mongol yang dipimpin oleh Genghis Khan. Mereka terlebih dahulu menyerang Cina dengan menghancurkan Tembok Cina, kemudian menerobos masuk ke Lembah Subur Hwang Ho. Selepas daratan Cina dikuasai, mereka ke barat menuju Afghanistan, Pakistan, dan India. Melewati Pegunungan Hindukush melalui celah Kyber Pass di Afghanistan. Selepas itu mereka menuju ke utara kearah Pegunungan Ural untuk menghancurkan Moskow dan Eropa Timur hingga Eropa Barat (Semenanjung Iberia).

Langkah selanjutnya mereka kembali ke timur melewati Pegunungan Kaukasus melalui celah Darial dan celah Derbent memasuki negara Turki modern, Iraq, dan Iran. Setiap tempat yang didatanginya pasti rusak. Orang Islam di Syam (Jordan, Lebanon, Syria, dan Palestina) beramai-ramai melarikan diri ke Gunung Tursina di Mesir. Mereka dipimpin oleh hamba Allah yang saleh yaitu Isa Al-Masih.
Sumber-sumber Islam menyebutkan Yakjuj dan Makjuj adalah sekumpulan orang non-Muslim. Mereka komunitas orang kafir. Nabi Muhammad berkata pada malam Isra Miraj bahwa beliau diutu kepada Yakjuj dan Makjuj.

"Aku menyeru mereka masuk Islam dan beriman kepada Alah, tetapi mereka menolak. Mereka akan dimasukkan ke neraka bersama mereka yang tidak beriman dari kalangan anak cucu Adam dan anak cucu Iblis".

Dalam Sahih Bukhari dan Muslim dituliskan bahwa Nabi berkata:
"Allah berkata kepada Nabi Adam, "Wahai Adam." Adam pun menjawab, "Labbaik wa sa'daik (Aku penuhi panggilan-Mu dan seruan-Mu)." Allah berkata, "Keluarkanlah dari anak cucumu delegasi neraka." Beliau bertanya, "Wahai Tuhan apa yang dimaksudkan dengan delegasi neraka?" Allah menjawab, "Dari setiap 1000 orang, ada 999 yang masuk neraka, hanya satu saja yang masuk surga." Orang-orang pun kaget ketika Nabi menyampaikan hadis ini. Lantas, mereka bertanya, "Wahai Rasulullah siapakah di antara kami yang menjadi satu orang tersebut?" Beliau menjawab, "Bergembiralah, karena kamu berada diantara dua golongan. Tidaklah dua golongan itu bercampur dengan golongan yang lain melainkan akan memperbanyaknya, itulah Yakjuj dan Makjuj."

Begitu banyaknya Yakjuj dan Makjuj sehingga perbandingannya dengan kaum Muslimin adalah 1:999. Hadis diatas dapat dijadikan petunjuk untuk menghitung jumlah Yakjuj dan Makjuj yang telah dan akan keluar pada hari kiamat kelak. Apabila kata "kamu" pada hadis diatas merujuk pada sahabt dan kaum Muslimin yang hidup pada zaman Rasulullah maka jumlah Yakjuj dan Makjuj dapat dihitung dengan mengalikan jumlah sahabat Nabi x 999 = ???

Misalnya jumlah sahabat Nabi atau kaum Muslimin pada waktu itu adalah 200.000 orang, maka jumlah Yakjuj dan Makjuj adalah 200.000 x 999 = 199.800.000 orang atau mendekati angka 200 juta Yakjuj dan Makjuj. Mungkin sebanyak inilah Yakjuj dan Makjuj yang akan muncul menjelang kiamat. Dengan kuantitas sebesar itu adalah wajar apabila kedatangan mereka nanti menyebabkan seluruh air di Tasik Tiberia di Palestina kering ketika mereka singgah untuk minum.

Mereka adalah segerombolan besar orang yang tidak beriman, cenderung berfaham Ateis. Ini tersirat dalam hadis yang menyebutkan bahwa mereka mencoba melawan langit. Seperti dalam riwayat Imam Muslim :
"Kemudian mereka (Yakjuj dan Makjuj) berjalan, hingga mereka sampai di Gunung al-Khamr, yaitu gunung Baitul Maqdis. Mereka mengatakan, "Kita telah membantai semua penduduk bumi. Ayo sekarang kita bunuh apa yang ada di langit." Mereka mengarahkan senjata-senjata mereka ke langit. Lalu Alah mengembalikan senjata-senjata mereka itu (ke bumi) dalam keadaan berlumuran darah."

Yakjuj dan Makjuj akan keluar pada akhir zaman setelah turunnya Isa Putra Maryam. Hal itu terjadi setelah Isa dan kaum Muslimin berhasil membunuh Dajjal serta pasukannya. Beberapa waktu kemudian, Allah menggerakkan gerombolan barbar ras Eurasiatic (Sycthia, Turk, Hun, Mongol, dan Tartar) keluar dari setiap tempat yang tinggi. Mungkin dari rangkaian pegunungan Kaukasus, Hindukush, Himalaya, dan pegunungan di Cina. Berdasarkan kajian geografi kemungkinan besar hal ini dapat terjadi jika mereka menyerbu dengan cepat ke arah luar rangkaian pegunungan tersebut. Mereka menembus :
  • Gurun Gobi dan pegunungan Cina, untuk menyerbu Cina (Peradaban Lembah Sungai Kuning).
  • Pegunungan Hindukush dan Himalaya, untuk menyerbu Afghanistan-Pakistan-India (Peradaban Sungai Indus)
  • Pegunungan Kaukasus, untuk menyerbu Iraq-Iran-Palestina-Syria-Jordan (Peradaban Bulan Sabit Subur) dengan telebih dahulu menyerbu Azerbaijan-Armenia-Turki.
  • Sungai Danube dan Pegunungan Carpathian, untuk menyerbu negara2 Balkan-Polandia-Jerman-Perancis.
Ketika gerombolan Yakjuj dan Makjuj berhasil melewati rangkaian penghalang alamiah itu, mereka masih belum sampai ke Timur Tengah. Allah segera memberi tahu nabi Isa Putra Maryam tentang malapetaka ini. Allah menyuruh Nabi Isa memimpin manusia saat itu supaya segera berlindung di Gunung Thur di Mesir. Pada saat itu tiada kekuatan seseorang pun yang mampu membendung kekuatan Yakjuj dan Makjuj. Jalan terbaik adalah berlindung sambil menyusun kekuatan baru.

Ketika Yakjuj dan Makjuj memasuki Syria dan Lebanon, mereka membantai orang yang sebelumnya tidak melarikan diri dan berlindung bersama Nabi Isa Putra Maryam. Tak terkecuali anak-anak dan orang tua, semuanya dibunuh. Wanita muda dibiarkan hidup untuk kemudian diperkosa dan mengandung anak-anak keturunan Yakjuj dan Makjuj. Hal ini seperti yang dikatakan dalam hadis bahwa Yakjuj dan Makjuj masih belum mati sehingga melihat seribu keturunannya.

Setelah kekejaman Yakjuj dan Makjuj mencapai puncaknya, Allah kemudian mengizinkan Nabi Isa mendoakan kehancuran mereka.

Muhammad bin Shalih al-Usaimin di dalam tafsirnya tentang Aurah Al-Kahfi memetik hadis yang diriwayatkan oleh Muslim tentang keluarnya Yakjuj dan Makjuj diakhir zaman kelak :
"Allah mengeluarkan Yakjuj dan Makjuj pada kahir zaman kelak selepas terbunuhnya Dajjal. Mereka keluar dengan jumlah yang banyak (seperti belalang atau lebih banyak lagi) hingga jika mereka melewati Tasik Tiberia, mereka akan meminum air tasik itu hingga habis. Lalu orang yang dibelakang mereka ketika melewati tasik itu berkata, "Dahulu di tasik ini ada air." Kemudian mereka mengepung Nabi Isa dan pengikutnya di Gunung Thur hingga Nabi Isa dan pengikutnya tersiksa dan akhirnya mereka meminta kepada Allah supaya Yakjuj dan Makjuj dibinasakan. Allah pun mengirimkan ulat-ulat ke leher mereka hingga mereka binasa seketika itu dan menimbulkan bau yang busuk. Lalu Allah menurunkan hujan yang membawa mayat-mayat mereka ke laut dan juga mengirim burung-burung yang membawa jasad mereka ke laut."

Bumi menjadi damai kembali setelah Yakjuj dan Makjuj binasa. Keberkahan muncul dari atas dan bawah, langit dan bumi. Manusia penuh iman dan amal saleh terpukau dengan suasana dunia. Bumi menjadi subur, hewan buas menjadi jinak, bisa dan racun binatang liar seperti ular menjadi tidak berarti apa-apa. (mss/z7) ~ bersambung
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...